BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI "SEGELAS KOPI"

Padang Pariaman Butuh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Teknologi Pertanian

Oleh Yohanes Wempi 

 "Masyarakat Padang Pariaman membutuhkan SMK Negeri Teknologi Pertanian Terpadu dibangun". Kesimpulan ini didapat dari pertemuan Penulis dengan tokoh masyarakat  Sungai Sariak diataranya H. Kenek (H. Mahyudin) dan beberapa Wali Nagari Padang Pariaman.

Kebutuhan berdirinya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  Negeri Teknologi Pertanian ini didukung oleh luasnya lahan pertanian, banyaknya berdiri kawasan agrowisata, adanya pabrik-pabrik memproduksi paska panen pertanian dan ada usaha pembuatan alat pertanian (Alsintan) terbesar di Sumatera Barat dan faktor-faktor penunjang lainnya.

Pembangunan SMK Negeri Teknologi Pertanian ini bisa dibangun didaerah Sungai Sariak, tokoh masyarakat bisa menghibahkan tanahnya untuk pembangunan sekolah tersebut demi masa depan anak cucu Piaman, minang yang harus selalu ahli didunia pertanian.

Kebutuhan sekolah teknologi pertanian tersebut sudah menjadi rahasia umum bagi warga Padang Pariaman bagi tokoh yang paham dengan dunia pendidikan dan kebutuhan masa depan. 

Walaupu ditengah-tengah generasi muda dan masyarakat kita secara umum, profesi petani memiliki persepsi yang cukup buruk bahkan sering dianggap remeh. Padahal petani memiliki peran yang cukup penting lho untuk ketersediaan bahan pangan di suatu negara. 

Oleh karena itu, Pemerintah Propinsi Sumatera Barat seharusnya berupaya mengembangkan SMK Negeri Teknologi Pertanian Terpadu untuk menarik generasi muda yang juga mempunyai ketertarikan dan minat di bidang pertanian ini.

Berharap perbaikan sektor pendidikan pertanian di Padang Pariaman, umumnya Sumatra Barat terjadi, antara pertanian yang dulu dan sekarang itu berbeda, dengan adanya sekolah pertanian, nanti dengan ada lulusan pertanian dari pendidikan formal tentunya sudah dilatih untuk menghasilkan produk pertanian berkualitas tinggi yang diminati pasar dan bisa ekspor.

Sehingga mereka, lulusan teknologi pertanian nanti juga dibekali berbagai inovasi terbaru dan ilmu pertanian modern yang sesuai dengan kondisi alam, iklim dan perkembangan zaman yang nantinya bisa langsung diterapkan hingga mendapatkan hasil pertanian yang unggul dan mampu bersaing dengan produk impor. Jadi, mereka tidak sekedar belajar menanam dan memberi pupuk saja.

Sampai saat ini justru negara kita ketergantungan impor bahan pangan dari negara lain karena kekayaan alam yang kita punya nyatanya belum cukup bisa menopang ketahanan pangan masyarakat. 

Hal ini ternyata dikarenakan bidang pertanian Indonesia yang semakin melemah ditambah lagi dengan persepsi buruk masyarakat tentang petani yang dilihat sebagai profesi yang tidak modern dan identik dengan masyarakat bawah sehingga mengakibatkan turunnya minat generasi muda di bidang pertanian. 

Padahal prospek kerja dan prospek jurusan kuliah di bidang pertanian juga tidak kalah unggul dari bidang yang lain. Sekarang tampa pikir panjang Penulis dan tokoh masyarakat Padang Pariaman mari bangun dan dirikan Sekolah Negeri Teknologi Pertanian tersebut melalui faktor pendukung yang sudah ada/cukup[*].

Posting Komentar

0 Komentar